Loading
X
Selamat Datang di Portal Resmi Dinas Ketahanan Pangan Bojonegoro © 2014
SITUASI KETERSEDIAAN PANGAN BERDASARKAN NERACA BAHAN MAKANAN 2019

 

        Arah pembangunan ketahanan pangan adalah untuk mewujudkan kemandirian pangan yang mampu menjamin ketersediaan pangan di tingkat nasional, daerah hingga rumah tangga, serta menjamin kondisi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang di tingkat rumah tangga sepanjang waktu, melalui pemanfaatan sumberdaya dan budidaya local, tehnologi inovatif dan peluang pasar, peningkatan ekonomi kerakyatan dan pengentasan kemiskinan. Pernyataan tersebut mengandung makna bahwa orientasi pembangunan ketahanan pangan adalah pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi penduduk, baik dari sisi ketersediaan maupun konsumsi pangan berdasarkan sumberdaya lokal dan sosial ekonomi budaya masyarakat.

      Situasi ketersediaan pangan wilayah antara lain tercermin dari jumlah ketersediaan pangan, yang digambarkan dari tingkat ketersediaan pangan maupun mutu keanekaragaman ketersediaan pangan yang ditunjukkan oleh skor PPH (Pola Pangan Harapan). Situasi ketersediaan pangan tersebut dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam perencanaan kebijakan penyediaan kebutuhan pangan dan gizi penduduk menuju kemandirian dan kestabilan pangan.

Gambaran ketersediaan pangan Tahun 2019 di Kabupaten Bojonegoro (base data tahun 2018)  antara lain sebagai berikut :

  1. Ketersediaan energi sebesar 6.054 kkal/kap/hari atau 252,25 % dari Angka Kecukupan Energi (AKE) 2.400 kkali/kapita/hari yang dianjurkan berdasarkan rekomendasi Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) X Tahun 2012 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2013 sehingga terdapat kelebihan/surplus pada ketersediaan energi
  2. Ketersediaan energy sebesar 6.054 kkal/kap/hari merupakan kontribusi dari pangan nabati 5.884 kkal/kap/ hari atau 97,19% dari total ketersediaan energi, sedangkan pangan hewani 170 kkal/kap/hari atau 2,8 % dari total ketersediaan energy.
  3. Ketersediaan protein sebesar 162,23 gram/kap/hari atau 257,51 % dari Angka Kecukupan Protein (AKP) 63 gram/kapita/hari.
  4. Ketersediaan protein tahun 2018 merupakan kontribusi dari protein nabati sebesar 148,70 gram/kap/hari atau 91,66 % dari total ketersediaan protein, sedangkan protein hewani 13,53 gram/kap/hari atau 8,34 % dari total ketersediaan protein.
  5. Ketersediaan lemak sebesar 64,36 gram/kap/hari atau sebesar 97,5 gram/kap/hari.
  6. Kontribusi  ketersediaan lemak berasal dari lemak nabati 52,09 gram/kap/hari atau 80,9 % dari total ketersediaan lemak, sedangkan lemak hewani 12,27 gram/kap/ hari atau 19,06 % dari total ketersediaan lemak.
  7. Keragaman ketersediaan pangan untuk dikonsumsi penduduk digambarkan pada Skor PPH yang  mencapai 83,13 dengan indikasi bahwa mutu dan keragaman pangan serta keseimbangan gizi sudah cukup baik, namun ada beberapa kelompok pangan yang belum mencapai target skor maks yaitu  Kelompok pangan umbi-umbian, pangan hewani, minyak dan lemak, buah/biji berminyak dan gula. Makin meningkat skor PPH berarti tingkat keragaman, keseimbangan dan mutu pangan dan gizi di suatu daerah  semakin baik.
  8. Terdapat beberapa komoditas yang harus didatangkan dari luar kabupaten Bojonegoro untuk  mencukupi konsumsi penduduk yakni : Tepung Gandum 4.685 Ton, Ubi Jalar 2.331 Ton, Gula pasir 3.320 Ton, Kelapa (setara kopra) 211 Ton, Alpukat 26 Ton, Jeruk 3.143 Ton, Durian 579 Ton, Nanas 421 Ton, Rambutan 12.555 Ton, salak 1,798 Ton, manggis 2.737 ton, Markisa 2.737 Ton, Sirsak 2.410 Ton, Sukun 1.665 Ton, Apel 1.263 Ton, Anggur 2.737 Ton, Ketimun 339 Ton, Kacang panjang 3.405 Ton, Kentang 1.263 Ton, Kubis 684 Ton, Tomat 5.151 Ton, Wortel 895 Ton, Kangkung 3.518 Ton, labu siam 1.105 ton,  buncis 526 ton, Bayam 2.981 Ton, bawang putih 3.421 ton, Jamur 258 Ton, Petai 53 ton, jengkol 211 ton, Daging ayam buras 231 Ton, Telur Ayam Ras 7.435 Ton, Susu Sapi 343 Ton, Susu Import 3.895 Ton, Ikan Tuna 263 Ton, Ikan Kakap 105 Ton, Teri 158 Ton, Ikan Kembung 105 Ton, Ikan Tenggiri 53 Ton, Ikan Bandeng 1.425 Ton, Mujair 175 Ton,  Ikan mas 758 Ton, Lele 3.362 Ton, Patin 245 Ton, Kerapu 474 Ton, Gurami 342 Ton, Udang 1.580 Ton, Cumi 211 Ton, Kopra/Minyak Goreng 211 Ton,  Minyak sawit 6.422 Ton.